Minggu, 06 Mei 2012

TEORI PERUBAHAN SISTEM


TEORI PERUBAHAN SISTEM

1.RASIONALISME
Rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan.
Dengan demikian rasionalisme menitikberatkan akal sebagai basis dan sumber pengetahuan itu sendiri.
Bagi filosof rasionalis pengetahuan yang dapat memenuhi syarat syarat yang di tuntut oleh semua pengetahuan ilmiah.seperti yang telah di ungkapkan F Budi Hardiman bahwa pengetahuan tidak dasarkan pada pengalaman empiris melainkan pada asas asas a-priori yang ada dalam rasio.
2.Utopianisme
Berasal dari bahasa yunani eu= baik dan topos= tempat . istilah ini berasal dari sebuah teks abad ke 16 oleh Sir Thomas More berjudul “Utopia” yang dibayangkan seperti mayarakat yang sempurna, tetapi berfikir Utopis. sebagian besar masyarakat Utopis adalah fenomena sastra-proyeksi imajinatif yang spesifik program reformasi politik dan sosial. Prediksi Marx tentang negara dijalankan kaum proletar dimana pekerja mendapat manfaat yang sama dari produk-produk kerja mereka adalah Utopis.
3.Metodisme
Aliran kekristenan yang muncul di inggris pada abad ke 18. Pemimpinnya adalah dua bersaudara, yaitu  Jhon Weslay dan Charles Weslay. Metodisme pada awalnya merupakan ejekan terhadap sebuah wadah keagamaan di oxford yang sebenarny di kenal dengan nama perhimpunan kudus. Munculnya gerakan metodisme bermula dari pertobatan yang dialami oleh Jhon weslay pada 24 Mei 1738. Ia merasakan hatinya di bakar dan merasa bahwa ia dibenarkan dalam kristus. Hanya di dalam kristus ada keselamatan dan keselamatan itu telah dikaruniakan kepadanya. Kristus telah menghapus dosa-dosanya. Jhon weslay menkhotbahkan tentang pertobatanya sehingga banyak orang yang bertobat dan menjadi pengikutnya. Mereka ini dikenal dengan sebutan Metodis.
Metodisme menempatkan alkitab sebagai dasar ajaran iman satu-satunya. Mereka berpegang pada ajaran tentang trinitas, keilahian kristus, dosa universal, karya penebusan dosa oleh dan dalam kristus, dan kehidupan yang akan datang. Metidisme juga menekankan imamatam orang percaya, keselamatan hanya oleh iman dan pentingnya kesucian hidup, serta pekerjaan Roh kudus dalam hati orang-orang percaya. Mereka sangat menekankan persekutuan orang-orang percaya dan memberikan peluang yang besar bagi peranan kaum awam dalam pelayanan gereja.
4. Inkrementalisme
Pertma kali dikemukakan oleh Lindbloom, yang mengatakan bahwa  dalam mengatur strategi logis, mekanisme perencaan yang berurutan adalah tidak sesuai dengan kenyataan. Artinya, dihadapkan pada kerumitan organisasi dan lingkungannya, para menager tidak dapat memberikan pertimbangan pada semua pilihan yang mungkin di pilih dalam kaitannya dengan peluang masa depan dan membandingkannya dengan saran-saran yang telah di letakkan. Hal ini yang terjadi dalam konteks organisasi dimana terdapat pandangan, nilai-nilai dan dasar-dasar kekuatan yang tampaknya bertentangan.Pandangan ini sesuia juga dengan pandangan Quinn yang menyimpulkan bahwa proses manajemen dapat dijelaskan sebagai inkrementalisme logika. Artinya, manager memiliki pandangan tentang keinginan mereka terhadap organisasi pada masa mendatang, tetapi berupaya bergerak maju ke posisi tersebut secara evolusi.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar